Laman

Kamis, 27 Januari 2011

Agama dan Masyarakat

Tugas : Agama dan Masyarakat

SOFT SKILLS 



JUDUL : Agama dan Masyarakat
TUGAS : ISD
NAMA  : Johannes Praskogery Pamungkas
NPM     : 59410138
Kelas     : 1IA13
----------------------------------------------------------------------------------------------

a. FUNGSI AGAMA

Ada beberapa alasan tentang mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia, antara lain adalah :
  • Karena agama merupakan sumber moral
  • Karena agama merupakan petunjuk kebenaran
  • Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika.
  • Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia baik di kala suka, maupun di kala duka
Fungsi Agama Kepada Manusia:  
- Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia.
-Menjawab pelbagai soalan yang tidak mampu dijawab oleh manusia.
- Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia.
– Memainkan fungsi kawanan sosial.


b. BEBERAPA PELEMBAGAAN DI  INDONESIA

1.Perseketuan Gereja di Indonesia
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia – PGI (dulu disebut Dewan Gereja-gereja di Indonesia – DGI) didirikan pada 25 Mei 1950 di Jakarta sebagai perwujudan dari kerinduan umat Kristen di Indonesia untuk mempersatukan kembali Gereja sebagai Tubuh Kristus yang terpecah-pecah.

2.Majelis Buddhayana Indonesia
Majelis Buddhayana Indonesia adalah majelis umat Buddha di Indonesia. Majelis ini didirikan oleh Bhante Ashin Jinarakkhita pada hari Asadha 2499 BE tanggal 4 Juli 1955 di Semarang, tepatnya di Wihara Buddha Gaya, Watugong, Ungaran, Jawa Tengah, dengan nama Persaudaraan Upasaka-Upasika Indonesia (PUUI) dan diketuai oleh Maha Upasaka Madhyantika S. Mangunkawatja.

3.Majelis Ulama Indonesia
Merupakan wadah atau majelis yang menghimpun para ulama,zuama dan cendekiawan muslim Indonesia untuk menyatukan gerak dan langkah-langkah umat Islam Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bersama. Majelis Ulama Indonesia berdiri pada tanggal, 7 Rajab 1395 H, bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta, sebagai hasil dari pertemuan atau musyawarah para ulama, cendekiawan dan zu’ama yang datang dari berbagai penjuru tanah air.

sumber:
http://abdain.wordpress.com/2010/04/11/fungsi-agama-bagi-kehidupan/
http://www.google.co.id/

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Tugas: Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

SOFT SKILLS 



JUDUL : Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
TUGAS : ISD
NAMA  : Johannes Praskogery Pamungkas
NPM     : 59410138
Kelas     : 1IA13
----------------------------------------------------------------------------------------------
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial
Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.

Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelasyang lebih rendah dalam masyarakat.

Kesamaan derajat adalah Hubungan antara manusia dengan lingkungan masyarakatnya yang bersifat timbal balik artinya anggota masyarakat itu sendiri memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap negaranya sendiri. Hak dan kewajiban ini penting untuk diteteapkan dalam suatu undang-undang atau konstitusi. Undang-undang tersebut nantinya akan diberlakukan untuk semua golongan masyarakat tanpa terkecuali. Nah disinilah persamaan derajat itu dapat terlihat dengan jelas. Tidak ada strata tertentu dalam penentuan peraturan yang harus dijalankan. Walaupun dalam daerah tersebut terdapat peraturan adat yang sangat terikat dalam penentuan strata, tetap saja dalam undang-undang kenegaraan hal itu tidak diberlakukan. Tidak boleh ada diskriminasi dalam aspek apapun.
Masyarakat pelapisan tertutup dapat kita temui di Negara India dan masyarakat pelapisan tertutup dapat dibagi menjadi lima macam, diantaranya :
- Kasta Brahmana : terdiri dari golongan-golongan pendeta dan merupakan kasta yang tertinggi
- Kasta Ksatria : terdiri dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua.
- Kasta Waisya : terdiri dari golongan pedagang yang dipandang sebagai lapisan menengah ketiga.
- Kasta Sudra : terdiri dari golongan rakyat jelata.
- Paria : terdiri dari mereka yang tidak mempunyai kasta (gelandangan, peminta, dan sebagainya).

sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial
http://www.google.co.id/
http://wasnudin.blogdetik.com/2010/11/11/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat/

Senin, 17 Januari 2011

Warga Negara dan Negara

Tugas: Warga Negara dan Negara

SOFT SKILLS 



JUDUL : Warga Negara dan Negara
TUGAS : ISD
NAMA  : Johannes Praskogery Pamungkas
NPM     : 59410138
Kelas     : 1IA13
----------------------------------------------------------------------------------------------
Warga Negara adalah orang yang terkait dengan sistem hukum Negara dan mendapat perlindungan Negara, secara umum ada anggota suatu negara yang mempunyai keterikatan timbal balik dengan negaranya.Warga negara adalah orang yg tinggal di dalam sebuah negara dan mengakui semua peraturan yg terkandung di dalam negara tersebut. Warga Negara Indonesia menurut Pasal 26 UUD 1945 adalah : Orang-orang bangsa Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkan Undang-undang sebagai warga Negara.

Negara berasal dari bahasa asing Staat (Belanda, Jerman), atau State (Inggris). Kata Staat atau State pun berasal dari bahasa Latin, yaitu status atau statum yang berarti “menempatkan dalam keadaan berdiri, membuat berdiri, dan menempatkan”. Kata status juga diartikan sebagai tegak dan tetap.

Negara mempunyai dua tugas yaitu :
  1. mengatur dan mengendalikan gejala-gejala kekuasaan yang asosial, artinya yang bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan
  2. mengorganisasi dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kearah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhny atau tujuan sosial.
Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.

Hakikat Negara :
Pada dasarnya berdirinya suatu Negara yaitu karena keinginan manusia yang membentuk suatu bangsa karena adanya berbagai kesamaan ras, bahasa, adat dan sebagainya.

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Negara
https://www.google.com/

Minggu, 31 Oktober 2010

Studentsite Universitas Gunadarma

Studentsite adalah untuk semua kepentingan akses di lingkungan aplikasi Universitas Gunadarma.Situs mahasiswa (studentsite) disediakan untuk memperoleh informasi dari dosen maupun program studi yang dapat secara langsung diketahui melalui situs mahasiswa tersebut. Situs ini dapat digunakan untuk mendukung proses belajar-mengajar yaitu melalui (a) informasi jadwal kuliah dan ujian, (b) informasi atau tugas dari dosen, dan (3) Daftar Nilai Sementara (DNS). Selain itu, USER ID dan password pada studentsite ini dapat digunakan untuk mengakses layanan ICT lainnya yaitu UG-Hotzone, Internet Lounge, Integrated Lab, Career Center, dan E-Learning Center. Fitur lainnya adalah fasilitas email, forum atau group discussion, pendaftaran sidang akhir, dan pemesanan surat keteranga.

 Studentsite mempunyai berbagai layanan, diantaranya :
  • Home
  • WWW News
  • BAAK News
  • Jadwal kuliah
  • Jadwal ujian
  • Bebas perpustakaan
  • Info absensi
  • Pendaftaran lomba blog
  • Warta Warga
  • Tulisan
  • Tugas dan lain sebagainya
kelebihan dari situs studentsite kita dapat masuk ke web-web lainnya yang dimiliki UG dengan mudah..
 
Sumber: http://studentsite.gunadarma.ac.id, http://www.gunadarma.ac.id/

Tugas: Individu, Keluarga, dan Masyarakat

SOFT SKILLS 



JUDUL : Individu, Keluarga, dan Masyarakat
TUGAS : ISD
NAMA  : Johannes Praskogery Pamungkas
NPM     : 59410138
Kelas     : 1IA13
----------------------------------------------------------------------------------------------

Tujuan dari tugas ini adalah bagaimana mahasiswa dapat melihat hubungan individu dengan keluarga, idividu dengan masyarakat, dan keluarga dengan masyarakat di dalam kehidupan ini.

  • Individu
individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Individu tidak dapat lagi dibagi menjadi unit terkecil di dalam masyarakat karena individu sudah unit paling terkecil. Misalnya di dalam keluarga ada ayah, ibu, pada individu ayah tidak dapat dibagi lagi karena ayah sudah unit individu terkecil di keluarga. Setiap individu sangat unik karena mereka mempunyai sifat yang berbeda-beda tidak ada yang sama antara yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan itu bermacam-macam misalnya perbedaan fisik, cara pola pikir, cara mempelajari hal baru, dan lain sebagainya. Setiap individu mempunya kepercayaan dan adat yang berbeda sesuai keyakinannya masing-masing. Pebedaan ini semua menjadi satu dan saling mengisi di dalam masyarakat.


  • Keluarga
Keluarga adalah kumpulan dari semua individu yang bertempat di satu tempat dan masih mempunya hubungan pertalian darah. Keluarga terbentuk dari suami istri yang telah menikah melalui janji pernikahan. Keluarga terdiri dari Ayah sebagai kepala keluarga, Ibu, dan Anak sebagai anggota keluarga. Semua keluarga bila disatukan akan menjadi satu kesatuan unit masyarakat.


  • Masyarakat
Mayarakat adalah   Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

Jumlah individu yang berkumpul dalam satu wilayah, tumbuh berkembang dalam segala aspek secara bersama didalam masyarakat. Masyarakat meliputi seluruh asosiasi kehidupan dan menyusun hubungan sesama secara universal. Masyarakat hidup untuk menyelesaikan tujuan didalam kehidupannya, yang termasuk 

Keagamaan, spiritual, sastra, keseniaan dan pengetahuan, dimana masyarakat memiliki kelebihan luas dan kelebihan tersendiri didalamnya. Dalam hal suka relawan dan kerja sama yang bersangkutan dengan keagamaan, adat,tradisi masyarakat cenderung akrab dan merupakan suatu wibawa yang besar jika mengerjakannya.

Individu, keluarga, dan masyarakat saling berhubungan di dalam kehidupan, bila tidak ada individu tidak ada keluarga, dan bila tidak ada keluarga tidak ada masyarakat.

sumber: wikipedia, google 

Senin, 25 Oktober 2010

Tugas: Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

SOFT SKILLS


JUDUL : Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan
TUGAS : ISD
NAMA : Johannes Praskogery Pamungkas
NPM : 59410138
Kelas : 1IA13
------------------------------------------------------------------------------------------------

Tujuan dari tugas ini adalah agar mahasiswa dapat menerima kenyataan atas pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Dengan begitu, mahasiswa tau bagaimana cara menghadapi pertumbuhan penduduk saat ini.

  • Penduduk

         Penduduk dapat didefinisikan menjadi dua yaitu orang yang tinggal di daerah tersebut dan orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.

Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ.Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi.

Distribusi usia dan jenis kelamin penduduk dalam negara atau wilayah tertentu dapat digambarkan dengan suatu piramida penduduk. Pengendalian penduduk adalah kegiatan membatasi pertumbuhan penduduk, umumnya dengan mengurangi jumlah kelahira, misalnya di Indonesia menggunakan program KB (keluarga berencana). Berkurangnya jumlah penduduk menyebabkan turunnya jumlah populasi pada sebuah daerah.

Hal ini disebabkan oleh perpindahan daerah kesuburan atau oleh emigrasi besar-besaran. Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. Transfer penduduk adalah istilah untuk kebijakan negara yang mewajibkan perpindahan sekelompok penduduk pindah dari kawasan tertentu, terutama dengan alasan etnisitas atau agama.Sebagai penduduk, kita sangat bergantungan kepada orang lain dan saling berkesinambungan. 

  • Masyarakat

      Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

Jumlah individu yang berkumpul dalam satu wilayah, tumbuh berkembang dalam segala aspek secara bersama didalam masyarakat. Masyarakat meliputi seluruh asosiasi kehidupan dan menyusun hubungan sesama secara universal. Masyarakat hidup untuk menyelesaikan tujuan didalam kehidupannya, yang termasuk 

Keagamaan, spiritual, sastra, keseniaan dan pengetahuan, dimana masyarakat memiliki kelebihan luas dan kelebihan tersendiri didalamnya. Dalam hal suka relawan dan kerja sama yang bersangkutan dengan keagamaan, adat,tradisi masyarakat cenderung akrab dan merupakan suatu wibawa yang besar jika mengerjakannya.
Menurut beberapa ahli, masyarakat adalah sebagai berikut:

Selo Sumardjan
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.

Karl Marx
Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.

Emile Durkheim
Masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.

Paul B. Horton & C. Hunt
Masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.

  • Kebudayaan

         Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beraneka ragam budaya dan tradisi masyarakat. Negara kita merupakan bangsa majemuk dengan penduduk sekitar 210 juta jiwa.

Kebhinekaan memang merupakan kekayaan dan sumber kekuatan bangsa, namun harus kita akui bahwa kebhinekaan juga mengandung kerawanan jika kita tidak pandai menjaganya. Sepanjang perjalanan sejarah bangsa Indonesia semenjak berabad-abad yang lalu, bangsa kita pernah menjadi kelinci percobaan penjajah yang dengan mudahnya di adu domba.

Dengan beragamnya dimensi sosial yang ada dan tumbuh berkembang di masyarakat menyebabkan semakin lebarnya jurang pemisah di antara segenap insan sosial. Akankah hal ini terulang kembali? Tentunya tidak bukan! Sebagai mahluk sosial, manusia tidak bisa melepaskan komunikasi dan hubungan pergaulan terhadap sesama.

Mahluk ciptaan-Nya berupa manusia diwarnai dengan kemajemukan. Terlihat dari warna kulit, ras, suku, golongan, bangsa, bahasa, dan agama. Seseorang yang beragama Hindu, misalnya pasti akan bergaul dengan pemeluk agama yang lain. Proses ini merupakan hal yang wajar dan alami. Interaksi plurastik terjadi dan dapat dipastikan semua agama mengakuinya.

Dewasa ini kehidupan manusia dihadapkan pada permasalahan menyangkut hak asasi manusia, etnis, dan agama.. Kondisi ini menyebabkan panilaian terhadap manusia cenderung manganggap sesama manusia berbeda hanya karena perbedaan itu semua. 

Kemajemukan tidak untuk dipertetangkan karena kemajemukan adalah keharmonisan dan keindahan, bukan kekacuan atau kesemrawutan. Spritualitas kearifan ini dalam diri manusia adalah sama. Di samping itu semua umat manusia berkeinginan hidup berdampingan secara damai di muka bumi pertiwi yang kita cinta ini. 

Jika spritualitas ini dapat dijalankan sebagai landasan berpikir dan pola tindakan, maka manusia akan melupakan perbedaan yang ada dan sekaligus tidak mempertentangkan perbedaan tersebut. Hal ini sangat relevan dan arif dalam kehidupan bangsa Indonesia yang sangat kental warna kemajemukan yang diwarnai oleh beragamnya kehidupan masyarakat.

  • Hubungan Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan 



Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya.
Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Masyarakat dan kebudayaan terus berkembang dari masa ke masa. 

Masyarakat dengan masyarakat lain tidak dapat dipisahkan, karena mereka sudah saling berhubungan sejak zaman nenek moyang. Masyarakat berhubungan erat dengan kebudayaan yang telah diturunkan dari dulu, hingga saat ini unsur kebudayaan masih melekat di masyarakat.

Pada zaman dahulu, manusia hidup berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya, masyarakat yang hidup dalam keadaan yang seperti ini di sebut dengan masyarakat nomaden. Mereka berpindah ke tempat lain jika bahan makanan yang ada di derah mereka telah habis. 

Namun, seiring dengan waktu mereka mulai belajar untuk melestarikan daerah di mana mereka tinggal. Mereka mulai bercocok tanam dan berternak untuk melangsungkan kehidupan mereka. Hingga saat ini kegiatan bercocok tanam ( bertani ) menjadi ciri khusus masyarakat Indonesia.

Sumber : Wikipedia, google,

Rabu, 22 September 2010

Mimpi

Mimpi. Itu adalah khayalan yang kita rasakan. Mimpi menjadi 2 macam yaitu, mimpi saat kita tertidur, dan mimpi kita untuk masa depan yang lebih baik. Mimpi saat tidur ada yang dapat diatur dan ada yang datang secara alami. Bila mimpi yang dapat diatur, yaitu dengan memikirkan atau membayangkan sesuatu sebelum tidur, bisa memikirkan yang indah-indah agar kita tidak terjadi mimpi buruk saat tertidur dengan lelapnya. Mimpi yang secara alami datang akan menghilang secara cepat saat kita terbangun, mungkin hanya dalam beberapa menit saja kita sudah lupa apa yang kita mimpikan saat tidur. Tetapi berbeda dengan mimpi yang kita pikirkan dan terbawa sampai tidur, saat terbangun kita dapat mengingat mimpi itu secara lama, karena kita selalu memikirkan mimpi tersebut. Lain lagi dengan mimpi yang kita inginkan untuk masa depan. Mimpi yang kita inginkan untuk menjadi orang yang sukses dalam hidup, mimpi bisa menjadi orang kaya, mimpi ingin masuk surga, dan mimpi-mimpi lainnya yang sebagai kunci dalam keberhasilan kita semua. Bila kita tidak mempunyai mimpi, berarti kita tidak mempunyai tujuan hidup yang lebih baik. Teruslah bermimpi setinggi-tingginya, karena mimpi itu tidak terbatas, dan ini semua anugrah yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita semua.